---((CAR FREE DAY - PASKER))--- OLEH KARANG TARUNA PANCA DHARMA DESA KETAPANRAME & BEKERJA SAMA DENGAN PEMERINTAH DESA KETAPANRAME, PEMERINTAH KECAMATAN TRAWAS, POLSEK DAN KORAMIL KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO
======= TUNGGU KEHADIRAN CAR FREE DAY PASKER DESA KETAPANRAME ========

Sabtu, 25 Maret 2017

TARI BARONG HADIR KEMBALI

Ketapanrame 26 Maret 2017. Ramai pengunjung Car Free Day Pasker hari ini sangat membeludak, dikarenakan pada Car Free Day Pasker kali ini menampilkan kesenian Tradisonal (Ganongan), sebenarnya kesenian kali ini sudah pernah tampil pada CFD Pasker, namun antusiasme masyarakat untuk menyaksikan kesenian ini tidak mengurangi niat mereka untuk hadir menyaksikannya. CFD Pasker kali ini disugehi dengan Senam Aerobik dan dilanjutkan dengan kesenian Ganongan atau Barong.
Memang minggu-minggu sebelumnya belum acara tambahan setelah senam, jadi pada kesempatan kali ini masyarakat, khususnya warga Ketapanrame berduyun-duyun menyaksikan acara tersebut.
Pengunjung, pedagang juga tadak surut dari minggu-minggu sebelumnya, bahkan kali ini pengunjung CFD Pasker sangat membeludak, mudah-mudahan acara CFD Pasker ini dapat terus berjalan dengan lancar, untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Trawas khususnya warga Desa Ketapanrame. Terima Kasih.


Sabtu, 11 Maret 2017

GUS DAN YUK MOJOKERTO HADIR DI CFD PASKER

Gus dan Yuk Mojokerto
Ketapanrame 12/03/2016. Gus dan Yuk hadir di CFD Pasker, mereka sengaja hadir untuk mempromosikan bagi warga Trawas khususnya warga Desa Ketapanrame siapa yang mau mengikuti ajang pencarian Gus dan Yuk Mojokerto. disamping itu juga ada anak-anak dari RA dan TK di Desa Ketapanrame ikut menyemarakkan CFD Pasker 12 Maret 2017. memang tidak seperti biasanya, tapi acara CFD Pasker kali ini sangatlah meriah banget. Alhamdulillah Acara CFD Pasker masih bisa berjalan dengan baik. Terima kasih buat panitia CFD Pasker yang masih setia membantu, dan tak lupa Panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Desa Ketapanrame H. Zainul Arifin, SE yang selalu memberikan arahan kepada kami.

NIKMATNYA KOPI DAN TEH DI CFD PASKER

Kopi da Teh ala CFD Pasker
Ketapanrame 12/03/2017. lain dari yang lain di CFD Pasker, anda semua pasti akan menyesal jika hadir di CDF Pasker tanpa menikmati mangatnya Kopi dan Teh ala CFD Pasker.
Sekumpulan pemuda yang inovetif telah membuat terobosan di CFD Pasker, mereka menyediakan aneka macam kopi dan Teh yang pastinya anda tidak akan menyesal setelah menikmati kelezatan dan hangatnya kopi dan tehnya. Kopi adalah minuman yang nikmat dan Setiap orang yang bernyawa pasti pernah merasakan pahitnya kopi entah pada akhirnya mereka suka atau tidak menikamati secangkir kopi hitam. begitu pun halnya dengan secangkir teh manis. siapa sih yang tidak menyukai minuman yang satu ini?. tentu semua orang pasti suka.
Disela-sela penelusuran, kami sempat mewawancarai seorang Panitia yang pada waktu itu lagi menikmati secangkir Kopi. Wahyudi dan Ridwan mengutarakan bagaimana nikmatnya Kopi tersebut, mereka berkata  "Nikmat dan mantab rasanya, mereka belum pernah merasakan kopi yang senikmat itu di Trawas" . Weleh...weleh....bagaimana sih cara menikmati kopi, karena saya sendiri belum bisa membedakan mana kopi yang enak dan mana kopi yang tidak enak, maklum bukan penikmat kopi, saya adalah penikmat air putih saja. hahahahahahahahaha.
Tapi bagi kalian yang pasti akan rugi jika datang ke CFD Pasker tanpa menikmati hangatnya Kopi dan Teh ala CFD Pasker.

Jika di suruh untuk memilih antara kedua cangkir diatas maka kalian akan memilih apa?.
begitupun juga dengan sebuah kehidupan. kita secara pasti sudah pernah mengalami kehidupan yang sulit seperti layaknya secangkir kopi pahit. namun bagi seorang yang menyukai akan pahitnya kopi kehidupan pasti mereka akan menikamatinya juga. setuju bukan. nah dengan secangkir teh ya ng diibaratkan dengan manisnya sebuah kehidupan tentu adalah yang banyak orang inginkan semasa hidupnya.

Namun tidak bisa di pungkiri mereka harus menjalani kehidupan dengan berbagai rasa. ada yang merasakan pahit, susah dan merasakan senang, bahagia, inilah yang dinamakan dengan rasa kehidupan.jikalau kalian hanya ingin merasakan manisnya teh setiap hari pastinya kalian akan merasa bosan dengan minuman favorit anda tersebut.

Begitupun dengan hidup, setiap orang tidak akan lama untuk merasakan hiup yang nikmat layaknya secangkir teh manis. adakalanya kalian ditakdirkan untuk mecoba mersakan pahitnya kopi kehidupan. ini lah yang disebut dengan cobaan hidup. tuhan yang maha esa telah mengatur kehidupan ini dengan begitu indahnya dan begitu kaya rasa.

Coba kalian pikirkan apabila kalian hidup dengan satu buah rasa, hal tersebut malah menjadikan kalian seperti mati rasa.kita sebagai manusia bumi dilahirkan secara berpasang pasangan. bukan hanya manusia namun semua yang ada dalam alam semesta ini, termasuk juga benda mati dan para binatang.

Maka kewajiban kita adalah bersyukur atas apa yang telah menimpa hidup kita, nikmatilah bagaikan penikmat secangkir kopi menikmati kopi dengan nikmatnya. tegukan demi tegukan, cobaan demi cobaan mereka lalui dengan rasa nikmat tanpa mengeluh dan penuh rasa bersukur atas apa yang mereka alami di dunia. ingatlah bahwa mereka yang telah menikmati secangkir kopi ternikmat juga sudah menikmati secangkir kopi yang pahit. Semoga artikel kecil ini bermanfaat bagi kalian.

Kamis, 02 Maret 2017

Rajutan Ibu-ibu Asal Trawas Mojokerto Ini Tembus Hingga Pasar Bali

Berharap rajutan tas dan dompet ini bisa jadi ikon desa.
MAJA mojokerto | Produk unggulan yang jadi ikon desa, memang sudah banyak bermunculan di Mojokerto. Tak terkecuali ibu-ibu yang ada di wilayah Trawas, tepatnya di Desa Ketapanrame. Ibu – ibu yang biasanya hanya melakukan aktifitas sebagai ibu rumah tangga, kini berbondong bondong membuat rajutan dari benang yang nilainya mencapai ratusan ribu rupiah.

Anis Sholihah (27), salah satu Pembuat kerajinan Rajutan Di Desa Ketapang rame mengatakan Dirinya sudah hampir 1 tahun lebih belajar membuat kerajinan Rajutan. “Awalnya, kita dapat pelatihan tentang kerajinan, kemudian mengembangkannya dengan melihat tutorial di media Sosial You tube,” tuturnya. Kreatifitas ibu-ibu ini pun memiliki nilai jual tinggi, dan mampu menembus pasar luar pulau, seperti Semarang dan Bali.

Kata Anisa kerajinan yang sudah di gelutinya hampir 1 tahun lebih ini sangat bermacam macam. Mulai dari rajutan tas, dompet, topi, hingga baju dan Sepatu Bayi. ”Harganya bervariasi, mulai dari Rp 70 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung Motif dan tingkat kerumitan pembuatannya.”

Lebih jauh Anisa juga mengatakan, untuk membuat 1 tas yang berukuran 30 sampai 35cm, dirinya hanya membutuhkan waktu 3 sampai 4 hari. Sedangkan bahan yang di gunakan adalah benang nilon serta benang jenis polyester. Saat ini, hampir 40 persen ibu-ibu di desa setempat membuat kerajinan rajutan. Usai mengantar anaknya ke sekolah, para ibu rumah tangga ini biasanya memanfaatkan waktu luangnya untuk merajut.

Anisa dan para pengrajin di desa Ketapanrame ini berharap, nantinya kerajinan rajutan yang ada di wilayah Trawas ini bisa di jadikan ikon desa dan mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi ibu rumah tangga.
Sumber dari Maja FM/ 100,7 (Suara Mojokerto)